Soul of Weapon

Soul of Weapon

  • WpView
    Leituras 565
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, set 13, 2015
Aku mengayunkan cepat pedangku. Ketika aku mengayunkan pedangku api merah pada pedangku ini menyembur keluar menuju target yang ada di depanku. Api merah itu sangat besar, bahkan lebih besar dari api yang diciptakan oleh Rei. Api merahku kini menyelimuti Shera. Aku terus berdoa dalam hatiku sambil menatapnya. Krek… Suara retakan terdengar olehku dan aku yakin mereka bertiga juga mendengar suara tersebut. Setelah menatap lebih tajam lagi, rupanya retakan tersebut berasal dari goresan kecil akibat tombak Rei sebelumnya. Semakin lama retakan tersebut menjadi semakin banyak dan besar. Tak lama kemudian seluruh es yang mebelengguh Shera hancur berkeping-keping.
Todos os Direitos Reservados
#8
mythologi
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Petaka Kesempurnaan
  • Jerat
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • My Devil Husband
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • IN HEART
  • Sakura No Monogatari-Evesou (Tamat)
  • SHEARAYLA
  • Arion (End)

"Aku masih mengingat jelas bagaimana kamu tersenyum saat pesta sore itu. Tatapan mata yang begitu hangat dan ramah. Tampak teduh dan hangat seperti matahari sore." Lirih Sharen memegang dadanya sendiri. Bahkan sampai sekarang dia masih merasakan degup jantungnya yang cepat setiap mengingat sore itu. 'Dia milikku, bukan milik mu' kursi yang di duduki Sharen kembali bergerak. "Aku yang mendapatkannya" mata Sharen kembali menyalang, raut wajahnya penuh dengan emosi. 'Dia hanya mengenal ku, tidak mengenal si buruk rupa' raut tawa yang lebar dan menyeramkan membuat Sharen semakin menyalang marah. Tongkat yang menjadi pegangannya kini kembali dia lemparkan pada kursi di sebelahnya. Racun yang sebenarnya bukan bahan kimia buatan ataupun zat pertahan diri pada makhluk hidup. Melainkan cinta dan kasih sayang yang diberikan. Xr.Nyy.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo