HIM
  • WpView
    Reads 1,405
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2015
Belum sampai ke tempat duduk disebelahnya, dia membuka matanya dan melihat ke arahku. Aku terkejut. Senyumku hilang perlahan. Langkahku terhenti. Aku berada di tengah gerbong kereta, berdiri sendiri. Diantara banyaknya kursi kosong. Menghadap ke arahnya. Ya Tuhan, apa dia melihatku tersenyum kepadanya seperti orang gila?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Still Loving You
    I'm Still Loving You
    Entah berawal darimana perasaan ini muncul? Yang ku tahu, dari awal aku sudah menolak untuk jatuh cinta dengannya, sahabatku sendiri, tetapi apa? hati berkata lain, dan akupun tidak bisa menolak itu semua. Salahkah apabila diriku sampai saat ini masih tetap menyukai dan mencintainya? Sahabat sekaligus teman curhatku, semuanya berawal dari rasa nyaman yang muncul ketika bersamanya. Lalu badai penghalang pun datang. Rasa sakit, cemburu, patah hati, kecewa, amarah, sedih pun muncul bersamaan. Tetapi tetap saja, aku tak bisa mengendalikan perasaanku ini. Semua di luar kendaliku. Maafkan aku Gib.
    WpPart
    Complete
    Bunuh Saja Aku Tuhan
    Bunuh Saja Aku Tuhan
    "Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.
    WpPart
  • LOVE AT SECOND TIME
    LOVE AT SECOND TIME
    BERAWAL DARI MIMPIKU tgl. 24 Maret 2021. Story ini aku ambil dari kisah dimimpiku. Jadi ceritanya fiksi dan khayalanku saja😁😁 Jika ada kesamaan cerita, nama pemain,latar,tempat,dan sebagainya mohon dimaafkan karena ini murni semurni-murninya cerita satu malem mimpi aku,jadi adegannya nano nano🙏🙏. Dan pastinya aku tambahin bumbu2 dikit biar jadi cerita yang lebih menarik. Aku unduh cerita ini ke Wattpad krena aku ingin semua orang membaca cerita dimimpiku,karena buatku mimpi ini tuh bagus banget buat diceritain. (Buatku ya all😁,semoga menarik juga buat yg mau baca story-ku😍) Percaya gak percaya aku nangis beneran pas ada adegan sedihnya, cengar cengir sendiri pas ada adegan romannya, ketawa2 sendiri pas ada hal lucu. Saking lamanya mimpi ini sampe bisa buat cerita,beneran laaaammmaaaa.. Yang deg degan penasaran pengen baca yuk cusssss.. HAPPY READING ALL😍😍
    WpPart
    Complete
    [COMPLETED] 7 Days
    [COMPLETED] 7 Days
    Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.
    WpPart
    Complete
  • ARKAN |END| Belum Revisi
    ARKAN |END| Belum Revisi
    {FOLLOW SEBELUM MEMBACA} **** ~3 tahun yang lalu~ "mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan. "Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam. "Kenapa harus gitu?" "Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan. Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati. Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini " Brakkkkkk......... #langsung baca aja! {Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!} ~Murni hasil pemikiran sendiri~
    WpPart
    Complete
    My First Experience
    My First Experience
    Malam itu, kota Jakarta seolah larut dalam diamnya. Lampu jalan berkedip temaram, sementara suara kendaraan tinggal gema samar di kejauhan. Di dalam kamar bernuansa pink lembut, Liora duduk termenung di depan jendela, memeluk lututnya. Pikirannya melayang jauh-tentang rasa yang sempat singgah, dan luka yang tak pernah benar-benar pulih. "Mungkin, bukan tentang siapa yang lebih dulu pergi... tapi tentang siapa yang lebih dulu melepaskan," gumamnya pelan. Dan dari sinilah semuanya dimulai. "kita tidak pernah benar-benar selesai, hanya diam. menyimpan rindu yang tak bisa dikirim, dan kata-kata yang tak pernah sampai. tapi entah kenapa, rasanya kamu masih di sini, menunggu tanpa suara." ------------------------------------------------->< COVER BY @maradisease !! hi guys, ini cerita pertama aku>_< sorry if there are many typos or wrong words. jangan lihat dari deskripsinya ya!! masuk kalau penasaran hehe. jangan lupa vote dan komen-!! hehehe pls don't take or copy my story. buatnya sambil nangis:)
    WpPart
  • Skenario Hati [Sudah Terbit]
    Skenario Hati [Sudah Terbit]
    Blurb: Semuanya berawal dari pertemuan tak sengaja antara Nathayas dengan seorang lelaki di sebuah KRL jurusan Stasiun Jakarta Kota. Tak menyadari bahwa dirinya salah memasuki gerbong membuat Nathayas harus berkali-kali merasakan debaran aneh di dalam hatinya setiap kali menatap senyuman khas lelaki yang berdiri di hadapannya. Tepat di hadapannya. Tak mau ambil pusing dengan segala macam ketidak sengajaan yang ditemui sepanjang perjalanannya, ia pun memutuskan untuk melupakan semuanya, termasuk melupakan senyuman yang membuatnya tak berhenti menyunggingkan senyum di bibirnya. *** "Mbak, itu masih ada yang kosong," ucap lelaki itu kemudian sambil menunjuk kursi di seberang, kulihat kursi itu diantara dua orang lelaki. Aku menggeleng pelan. Tiba-tiba lelaki itu berjalan ke arah kursi yang ditawarkan olehnya dan meminta seorang Bapak yang berada di ujung kursi untuk bergeser. Ia lalu menatapku dan kembali menyuruhku untuk duduk. Aku berjalan perlahan menghampiri lelaki itu dan duduk di ujung kursi. Sementara lelaki itu bersandar di besi yang berada di sebelahku. Aku mengamati punggungnya dari tempatku duduk. Tiba-tiba ia berputar dan meletakkan tas ranselnya di atas tempat dudukku. Ia tersenyum ramah saat melihatku masih memperhatikannya. ***
    WpPart
    Complete
  • I'm Still Loving You
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • LOVE AT SECOND TIME
  • [COMPLETED] 7 Days
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • My First Experience
  • Skenario Hati [Sudah Terbit]

I'm Still Loving You

Entah berawal darimana perasaan ini muncul? Yang ku tahu, dari awal aku sudah menolak untuk jatuh cinta dengannya, sahabatku sendiri, tetapi apa? hati berkata lain, dan akupun tidak bisa menolak itu semua. Salahkah apabila diriku sampai saat ini masih tetap menyukai dan mencintainya? Sahabat sekaligus teman curhatku, semuanya berawal dari rasa nyaman yang muncul ketika bersamanya. Lalu badai penghalang pun datang. Rasa sakit, cemburu, patah hati, kecewa, amarah, sedih pun muncul bersamaan. Tetapi tetap saja, aku tak bisa mengendalikan perasaanku ini. Semua di luar kendaliku. Maafkan aku Gib.

More details
WpActionLinkContent Guidelines