Senja kemarin lalu

Senja kemarin lalu

  • WpView
    Membaca 214
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Okt 4, 2015
Kring . . Kring . . Suara itu dari ujung jalan. Seorang laki-laki dg sepeda ontelnya tersenyum kearah kita. Aku yakin aku tak mengenalnya, siapa dia? Tatapanku bertanya. “dia seseorangku , lelaki baik yg . .” “kau membenciku??” sial! Aku tidak ingin mendengar kalimat setelahnya sebut saya bodoh sebut saya menyebalkan tak pernah menyadari nya sebut saya egois saya hanya ingin dia tahu saya menyesal
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#532
secretadmirer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • My name is Steven ( End )
  • Aku mencintaimu,namun Dia Mencintainya
  • GOOD STORY LOVE
  • Viento
  • ZIEL
  • Whispers in the Blood
  • Three Targeted Girls!!
  • ★BABY ZION★

[Lom revisi^^] [TAMAT] Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Tak seorang pun yang bisa ku ajak bicara. Tak seorang pun yang mau mendengarkan ceritaku. Memiliki sahabat satu-satunya yang bisa mendengarkan segala kelu kesahku, malah pergi meninggalkanku sendirian dalam sunyi, larut dalam kesepian untuk waktu yang lama. Aku butuh teman cerita, aku butuh seorang pendengar, aku butuh kasih sayang dan cinta. Ya, aku gadis yang rakus, aku butuh perhatian lebih, aku ingin dihargai selayaknya manusia. Terkadang, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, tak seorang pun yang menghargainya. Ini membuatku sakit. Namun, aku bersyukur terhadap suatu hal. Ketika seseorang meninggal, maka akan dikubur sendirian tanpa teman. Setiap orang pasti akan merasakan yang namanya 'sepi.' Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan aku, sudah membiasakannya dari sekarang. Jika boleh meminta, aku ingin mati secepatnya. Aku lelah, kenapa aku tetap hidup sementara tidak ada yang menganggapku. Aku juga seorang manusia yang ingin dihargai. Aku juga seorang anak yang butuh kasih sayang. Dan aku juga seorang perempuan yang butuh cinta dari seorang laki-laki. Hidup sebagai tokoh figuran, jika hilang pun tak akan dicari. Semenyedihkan itu memang. Tapi, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk hidup. Setidaknya, aku bisa menulis novel ini walau hanya untuk diriku sendiri. ~Embun Purnama~ Mulai: 2022 Selesai: 2022

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan