Je T'aime (Wedding Story)

Je T'aime (Wedding Story)

  • WpView
    Reads 27,170
  • WpVote
    Votes 1,775
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Copyright © 2016 by luthfia_AF "Pernikahan atas dasar cinta saja kadang tidak berhasil, lalu bagaimana dengan pernikahan karena perjodohan?" *** [Cerita kedua dari tiga cerita Wedding Story] Tidak ada hal yang lebih menarik ketimbang melihat pria tampan di sebuah rumah sakit terkenal di Indonesia yang mengenakan jas dokter dengan senyuman ramah yang membuat siapapun yang melihat akan meleleh di hadapannya. Hell no, aku tidak perduli dengan umur pria itu. Aku jatuh cinta padanya. Tapi aku juga tahu tidak semua percintaan akan berakhir seindah dongeng cinderella dan pangeran. Tidak juga serumit sinetron yang sering Mama tonton di sore harinya hingga menangis-nangis. Intinya, semua kisah cinta tidak akan berakhir indah dan juga tidak akan berakhir rumit. Apa yang sedang aku ocehkan? Lupakan saja. Hanya satu hal yang perlu kalian tahu. Aku mencintai pria tampan pemilik sebuah rumah sakit terkenal yang memiliki seorang anak laki-laki yang lebih tua beberapa tahun dariku. Oh tidak, cerita tidak berakhir sampai di situ. Karena sialnya, aku dijodohkan dengan anak dari pria tampan yang aku cintai. Baiklah, dari mana kita mulai? *** Luthfia_AF
All Rights Reserved
#37
surya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Jodoh Dari Lauhul Mahfudz (END)
  • DIA SUNSETKU
  • KALINDRA
  • DOKTER ITU SUAMIKU (On Going)
  • Setelah Kata Sah!
  • MENCINTAIMU? (English-Indonesia)
  • ARUNI & ARUNDYA

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines