Purnama Sebentar

Purnama Sebentar

  • WpView
    Membaca 76
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Rab, Jul 15, 2015
Purnama itu kebahagian baginya. Tak ada yang bisa menandingi hebatnya itu. Awan gelap itu kesedihan baginya. Tak ada yang bisa menandingi sakitnya. Hujan itu tangisan baginya. Sulit dijelaskan, tapi jelas bila kau melihatnya. Guruh itu bisikan dalam hati, telinga, dan pikirannya. Membisiki penyesalan, dendam, dan kebencian padanya. Kilatan petir itu cambukan pada pikirannya. Ketika ia mendengar guruh, pasti kilatan itu datang dan menghentak pikirannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Cinta Sang Prajurit 2 : Seragam Berdarah (End)
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • BLUE ANGEL : The Lost Memories
  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Cahaya di kegelapan
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Awan?? Apa hal yang kalian bayangkan saat mendengar kata awan?? Kalo aku seorang remaja yang sederhana, sayang keluarganya dan sangat baik hati, itu lah awan caesar langit seorang remaja yang berjanji kepada ayahnya bahwa dia akan menjadi orang yang terbaik untuk ayahnya, tapi...setelah penyakit yang dia derita. "Assalamu'alaikum ayah, awan datang" Ucap awan saraya mengusap batu nisan sang ayah "Ayah, nyaman ya di surga" "Awan rindu sama ayah" "Awan mau ketemu ayah!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan