Breath (EXO's Chanyeol Fanfiction)

Breath (EXO's Chanyeol Fanfiction)

  • WpView
    MGA BUMASA 213
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadKumpleto Sun, Jul 19, 2015
WpInfo
Fiction
Fantasy
Peluh membasahi wajahnya. Ia terus berlari. Hanya satu kata yang terlintas di pikirannya saat ini. Lari. Ia sesekali menengok ke arah belakang dengan wajah ketakutan. Bayangan hitam itu masih terus mengejarnya. Nafasnya sudah tersengal-sengal. Kakinya sudah tidak kuat menopang berat tubuhnya. Tenaganya sudah tidak cukup untuk berlari lagi. Di dalam hutan entah berantah. Air terjun misteri. Loker rahasia bawah tanah. Dan kastil tua menyeramkan. Ia harus memecahkan misteri. Misteri tua yang terpendam. Mengorbankan segala yang ia punya. Bahkan nyawanya sekalipun. Masih bisakah ia bertahan? Masih bisakah ia kembali ? Masih adakah kesempatan untuknya bernafas lega? Atau ... Takdir berkata lain?
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Xagala
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Lembah Arunika
  • Penuh Luka (On Going)
  • The Dark Side(END)
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Full Of Scratches
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman