Maaf wahai matahari.
Jika sinar itu pernah redup karena aku.
Sesungguhnya sepenggal jiwaku yang tidak utuh ini,
berusaha hidup untuk menanti waktu itu datang,
waktu untuk jadi yang pertama.
Bagimu...
Disisimu...
Kau orang pertama yang berhasil membuatku merasa begitu kesal pada diriku sendiri. Kenyataan bahwa aku tak pernah menang darimu membuatku semakin muak akan diriku sendiri.
Kaulah rival sejati.. seumur hidupku.. tak ada tempat yang bisa menggantikan tempatmu dihatiku.. Dan harus ku akui tuk pertama kalinya aku benar-benar kalah darimu.. aku mengaku kalah...