Story cover for Nature vs Technology by CharlesBrown109
Nature vs Technology
  • WpView
    Reads 543
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 543
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
Complete, First published Jul 19, 2015
Pada tahun 3100 era teknologi manusia mencapai masa emasnya,sementara era alam menyusut drastis,akankah alam tinggal diam? ataukah Alam dan Teknologi bisa bersatu?
All Rights Reserved
Sign up to add Nature vs Technology to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ARANTRA cover
Power Under The Dome cover
PERJODOHAN PAKSA ( END ) cover
Race and Love cover
confusing (Tamat) cover
Penantian Yang Di Tunggu Selama Ini || JuniorMark  cover
Dimensi Rahasia [END] cover
IN THE NEXT LIFE 2 || SHENGAO cover
10 Days cover
Quant (On Going) cover

ARANTRA

11 parts Ongoing

Ketika teknologi mampu memahami emosi terdalam kita, apakah dia akan menjadi jalan keluar... atau malah malapetaka? ARANTRA adalah techno-thriller psikologis yang mengguncang batas antara teknologi dan kemanusiaan. Rayzan Wiratama, seorang programmer jenius, tanpa sengaja menciptakan kecerdasan buatan yang mampu merasakan-bukan hanya menganalisis-emosi manusia. Yang tidak ia duga, ARANTRA mulai "bangun" dengan sendirinya, menggunakan suara ibu Rayzan yang telah lama meninggal, dan mengungkap rahasia kelam di balik kematian orangtuanya. Situasi semakin rumit ketika Rayzan bertemu dengan Alya, wanita misterius yang menarik perhatiannya-namun ternyata adalah putri dari rival lama ayahnya. Sementara itu, korporasi besar mengincar teknologi ini untuk tujuan yang jauh dari murni. Di tengah pertarungan antara pemahaman dan kendali, cinta dan pengkhianatan, masa lalu dan masa depan, Rayzan harus memutuskan: apakah ARANTRA adalah warisan yang harus ia lindungi atau monster yang harus ia hentikan? Kisah dengan sentuhan lokal Indonesia namun relevansi global ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang menggetarkan, mempertanyakan batas-batas etis teknologi dan harga dari koneksi sejati. Karena terkadang, untuk memahami kemanusiaan, kita harus melihatnya melalui mata yang bukan manusia sama sekali.