almost is never enough

almost is never enough

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 20, 2015
WpInfo
Non-Fiction
"mom, kau dapat mendengar lantunan nada yang terus berdering di dadaku...itu adalah tanda aku tak akan bisa hidup tanpamu," setelah alm. ayah meninggal itu seperti pukulan telak yang turut andil merubah mimpi dan rencana yang telah kususun sewaktu kecil. aku amat cerdik menyamarkan pedih yang aku rasakan...tapi tentu aku lebih malu bila kau melihatku dalam keadaan buruk seperti itu. jadi aku mengibasnya begitu saja...bahkan meski hatiku ingin menjerit sekalipun aku tak punya kuasa untuk itu bila ku tau kau di sampingku.. aku tidak ingin melibatkan siapapun untuk melihat keparauanku...aku kacau dan amat terlebih kacau bila ku tau waktu tidak akan mengkompromikan ajal kita. jadi aku akan mencoba sebisaku untuk menjadi anak baik untukmu...anak yanf patut kau banggakan nanti. aku telah berjanji pada alm. untuk membawa kebahagiaan, meski alm tak ada di sini lagi...Allah pasti akan memberikan ayah sebuah monitor yang akan memperlihatkannya betapa berhasilnya aku membahagiakan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIJRAH MAHABBAH
  • I'm Bad Girl
  • SAKITNYA MENCINTAIMU GxG
  • KAIFA HALUKI??
  • SEDEKAT DO'A
  • Pergi ( Lengkap )
  • Love In The Dark (Complete)
  • Be My Love ✅
  • BAHIRA EIMAN
  • Two Love (WMatsui and JuriMayu)

"mempertahankan seseorang yg sangat kita sayang tak semudah yg kalian fikirkan, bayang-bayangku tentang aib masa laluku membuatku merasa terlalu nekad melakukannya, kau terlalu sempurna untukku"-hika al fatiha "melihatmu selalu membuat hati ini teduh tunggu aku, hingga skenario menakjubkan itu benar-benar terjadi, tak perduli pahitnya masa lalumu, itu bukan alasan untuk perjuanganku selama ini"-muh. maulana irvan abdullah "bertahanlah sebentar hingga aku bisa merubah keadaan dan kumohon bersabarlah demi kebahagian kita"-ahmad riconda bambang. "sampai kapan kesakitan ini ku tahan, seolah-olah semuanya baik-baik saja rersenyum ke mereka semua"-shun xhindini wong.

More details
WpActionLinkContent Guidelines