Code Geass: Bramn of the Savior Episode 1 Apathe Alethea

Code Geass: Bramn of the Savior Episode 1 Apathe Alethea

  • WpView
    LETTURE 852
  • WpVote
    Voti 44
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, lug 20, 2015
WpInfo
Fanfiction
Mengambil tempat 10 tahun setelah kematian Kaisar Lelouch vi Brittania, Bramn adalah anak setengah Cina-Indonesia yang menjadi yatim piatu setelah ke dua orang tuanya meninggal saat revolusi kemerdekaan Indonesia dari Federasi Tiongkok. Indonesia tampil di kancah dunia sebagai pencipta Knightmare generasi ketujuh Adrijaya yang memenangkan perang saudara di wilayah Asia Tenggara. Takdir Bramn berubah saat ia bertemu dengan seorang wanita yang memberinya kekuatan. Ia memiliki Geass dan dari situlah takdir membawanya ke dalam konflik internal di Distrik 13 di Ibukota Jakarta.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • SPIRIT OF FIGHT
  • DEST LAST OF WOLF
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Contra Mundi II - Anak-anak Manusia
  • TAKHTA TANPA RAJA
  • Sang Awatara - Tinju Petir Brajamusti
  • Sandyakala [SLOW UPDATE]
  • Jejak Takdir di Sepuluh Langit
  • Reincarnated War Engineer in a Fantasy World
  • Black Ravens Legacy

Dedi, anak panti pendiam, terobsesi Jeet Kune Do Bruce Lee. Ia menemukan kekuatan di balik filosofi "tanpa gaya" itu, namun tak mampu melindungi sahabatnya, Nia. Gadis kecil itu hancur di tangan preman Perguruan Silat Betawi "Tiga Berantai". Penyesalan membakar Dedi. Ia bersumpah balas dendam. Turnamen Silat Nasional jadi panggungnya. Sebagai peserta "Bebas", Dedi tak punya guru, tak punya nama perguruan, hanya satu tujuan: menghancurkan "Tiga Berantai". Dengan JKD yang mematikan, Dedi menyapu bersih lawan. Pak Toha, guru silat pertamanya, terkejut melihat muridnya menjelma Bruce Lee hidup. Setiap pertarungan, Dedi membisikkan nama Nia kepada para pelaku, mengantar keadilan dengan tangannya sendiri. Di final, ia kalahkan Iko, musuh terakhir. Di hadapan ribuan pasang mata, Dedi mendeklarasikan, "Namaku adalah Chan Lee. Dan Jeet Kune Do adalah silatku!" Kemenangan ini tak cuma balas dendam, tapi juga awal baru. Chan Lee mendirikan Sri Tunggal Sakti Jeet Kune Do, mengajarkan disiplin dan semangat juang sejati. Tragedi Nia berubah jadi harapan. Dari duka, bangkitlah Spirit of Fight yang abadi. Ikuti perjalanan Dedi, sang Chan Lee, dari seorang korban menjadi inspirasif! Copyright: © 2025 Loomdark Studio. All right reserved.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti