Sumpah Mada

Sumpah Mada

  • WpView
    Reads 1,891
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2015
WpInfo
Fiction
Historical
Tahun 1279 Saka. Ketika Raja Hayam Wuruk melamar Putri Dyah Pitaloka dari Padjajaran, kedua belah kerajaan bersuka cita. Peperangan panjang akhirnya usai. Kemakmuran tiba di tanah Jawa. Semua orang terbuai akan janji perdamaian, kecuali seorang laki-laki dan perempuan. Bagi Mahapatih Gajah Mada, persekutuan ini akan menempatkan musuh di dalam wilayah Majapahit sendiri, sekaligus mencederai Sumpah Palapa-nya. Bagi Putri Dyah Pitaloka Citraresmi, pernikahan akan menjadi akhir bagi kebebasannya sebagai perempuan. Sekaligus perpisahan dengan teman dan keluarga yang ia cintai. Satu hari sebelum pernikahan, Gajah Mada dan Dyah Pitaloka akhirnya bertemu di Trowulan. Masing-masing datang dengan rencana mereka sendiri. Masing-masing ingin membunuh yang lain. Namun keduanya tidak sadar, bahwa kehidupan mereka akan berubah untuk selamanya setelah hari itu berakhir. *untuk 15 tahun ke atas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAJAH MADA ; Megat Roso
  • Cinta Untuk Sri Rajasanagara
  • Ninggalake ing Majapahit (Selesai)
  • Armor: Bubat [Completed]
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • PITALOKA (Revisi) ✓
  • Vilvatikta
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • GARBHAPATI
  • Jejak Waktu: Dari Perang Bubat ke Masa Depan

Sekar Ayu Damacakra, seorang putri kerajaan kecil di ujung barat perbatasan yang sudah dijodohkan dengan sepupunya sendiri, tiba-tiba saja dipaksa menikah dengan Gajah Mada atas dhawuh Hayam Wuruk yang mutlak. Gajah Mada tidak pernah tertarik dengan gadis-gadis cantik selama ini. Tapi Sekar berbeda. Ia membuat Gajah Mada selalu ingin mengobrol terus-menerus. Gajah Mada tahu bahwa dia bukan tipe orang yang suka tersenyum. Namun, bersama dengan Sekar, pangkal mulutnya selalu tertarik dengan sendirinya tanpa penyesalan. Kehidupan mereka yang penuh dengan konflik dan perseteruan kerajaan maupun perseteruan rumah tangga mulai terjadi. Apalagi dengan sumpah, ramalan, dan kutukan yang membebani. *** Sebuah cerita fiksi yang berbalut sejarah. Kejadian, adat, dan beberapa hal lainya adalah murni karangan penulis dan tidak benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines