Story cover for H.O.P.E. by Noviarizqoh
H.O.P.E.
  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 21, 2015
Alyssa Quinne Stefanie. Gadis berparas cantik, modis, dan eksis namun terkenal dingin dan keras, dan merupakan anak dari keluarga yang disegani. Namun siapa sangka, dibalik kecantikannya terdapat masa lalu yang kelam. Dibalik sifat dinginnya terdapat luka yang masih menganga lebar. Ia berusaha menutupinya sebisa mungkin selama bertahun-tahun. Hingga tak ada yang tau dan berani mengusiknya. Cewek yang terlihat feminim, namun berbeda lagi bila dilihat dari sudut pandang yang lain.
All Rights Reserved
Sign up to add H.O.P.E. to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Penuh Luka (On Going) cover
Shafaro cover
CLARISSA(Proses Revisi) cover
The Duke's Obsession cover
Silence In Their Minds  cover
Love's Destiny cover
Alisya cover
Am I Scary? cover

Penuh Luka (On Going)

9 parts Ongoing

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋