She Is My (Real) Girlfriend

She Is My (Real) Girlfriend

  • WpView
    Reads 1,578
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2016
Awalnya, dia hanya akan menjadi pacar sewaanku, pacar yang hanya sementara. Entah kenapa, seiring berjalannya waktu, arti hadirnya dihidupku semakin besar. Dia menjadi semakin nyata. Tapi aku tidak bisa membiarkannya melihat masa laluku, dia tidak boleh kesakitan sepertiku. Jadi apa yang harus kulakukan? Memilikinya dengan menceritakan semuanya? atau menjauhinya agar hidupnya kembali seperti dulu? - H Dia mendatangiku, menawarkan uangnya yang tidak ingin ku tahu berapa jumlahnya. Menyewaku. Hadir dihidupku yang memang sudah kacau, masa lalu dan masa sekarang tidak bisa bersatu. Dia hanya menawarkan uangnya, bukan hatinya. Jadi aku harus bagaimana? Mencoba mencari tahu? atau menjauhinya yang membuat hidupku tambah kacau karena segala pesonanya? - J
All Rights Reserved
#2
sewaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Stay? [COMPLETED]
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • Setinggi Langit
  • Narasi patah hati
  • Bad Papa
  • (COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta )
  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • Sugar Baby (Housekeeper Series)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines