Stuck On You [Fool]

Stuck On You [Fool]

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2015
Fern. Berarti paku, kan? Yeah, dia adalah paku dalam kehidupanku. Tiba-tiba tinggal di loteng rumahku, satu sekolah denganku, adik kelas bodoh, dan--yang paling menyebalkan--dia satu-satunya gamer di rumahku. Tapi, kenapa aku benar-benar peduli padanya? Alfi. Sejak kapan dia menempel padaku seperti ini? Yeah, aku tidak keberatan untuk menempel padanya juga, sih. Pintar, baik hati, konyol, kaya? Aku tidak tahu untuk poin terakhir itu. Tapi, aku bisa memastikan bila Alfi adalah orang yang akan membuatmu jatuh cinta, salah satunya mungkin aku? Maeve. Itu namaku. Nggak punya temen, kata Alfi. Ambisius buat masuk fakultas kedokteran, kata Alfi juga. Menarik, kata Fern. Yang terakhir mungkin dia berbohong buat bahagiain aku. Terserahlah. Aku tidak peduli dengan banyak orang, desperate banget sama yang namanya 'teman'. Sementara ini, aku (mungkin) nggak jatuh cinta pada siapapun. Ceritaku memang biasa aja. Tapi, jujur aja, pasti ada cewek desperate di sekolahmu, kan? Ini salah satu cerita mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlawanan
  • [END] Blind Rainbow
  • Princess Syndrome
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • ALYA (END)
  • Just See U From Afar
  • Cewek Cuek [Completed]
  • A love For My Possesive Boyfriend
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]

Didekati bad boy secara instan, lalu di-PHP, dan malah melihat cowok idamannya menjalin hubungan dengan teman sebangkunya membuat Avrin Leontina makin tertantang. Dia nggak mau move on bahkan ketika kakak sepupunya--Kandika--mengklaim dirinya sebagai confident booster, membuat Avrin mengira kakaknya hanya mengalihkan perhatian. Saat idealismenya dibilang childish, nafsu belanjanya berusaha dibasmi, dan seseorang mulai mengandalkannya, Avrin justru ingin membuktikan bahwa dirinya terlalu mandiri untuk mengurusi orang lain. Bahwa hidup terlalu singkat dan dunia terlalu sempit untuk dinikmati bersama-sama. ============================ Content Warning: Internalized Homophobia, Mention of Rape

More details
WpActionLinkContent Guidelines