A Pause

A Pause

  • WpView
    Reads 6,382
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 14, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Oh Tuhan... Emma pikir liburannya tidak akan menyenangkan kali ini. Gadis itu tengah mengemban tugas mulia sebagai bridesmaid ketika bertemu lagi dengan Brandon, pria yang tidak pernah diharapkannya untuk berjumpa lagi, apalagi di kota seindah Venesia. Gadis itu berusaha mengacuhkan pria itu, tapi Brandon tidak memberikan tanda-tanda dia akan segera menjauhi Emma. Malah sebaliknya, Emma diajaknya mengelilingi Venesia dan Capri. Emma memang sudah menyiapkan semua yang diperlukannya untuk liburan kali ini, tapi satu yang tidak disiapkannya adalah hati untuk menerima kehadiran Brandon, cinta pertamanya, untuk kembali di sisinya. Mengingat kembali masa lalunya, Emma berpikir ribuan kali untuk membuka hatinya.
All Rights Reserved
#387
sweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • One More Time (Tamat / Pindah)
  • Lee Min Hoo and Park Hyunmie Story
  • The Pain Is Genuine
  • A Cup of Vanilla Latte #ODOC
  • Mamahku Guruku
  • BRUNCH

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines