"Jika perbedaan adalah takdir, apakah restu adalah sebuah kemustahilan?" iqis tahu, mencintai Gabriel adalah tentang melawan arus. Gabriel bukan hanya sekadar laki-laki dengan jaket kulit dan motor besarnya, tapi ia adalah seseorang yang menyebut nama Tuhan dengan cara yang berbeda. Di mata Bapak, Gabriel adalah kesalahan yang tidak seharusnya ada dalam hidup Bilqis. Namun, cinta tidak pernah memilih tempat untuk tumbuh. Di pinggir lapangan bola, di antara jarak yang berbeda, dan di tengah sunyinya koridor rumah sakit, mereka berdua merajut harapan yang dianggap mustahil oleh dunia. Sebuah jam saku perak tua menjadi saksi bisu perjuangan Gabriel. Sebuah janji satu tahun menjadi taruhan antara cinta dan bakti. Ini adalah kisah tentang mereka yang menolak menyerah. Tentang bagaimana doa-doa yang tadinya saling menjauh, perlahan-lahan dipandu oleh semesta menuju satu muara yang sama. Karena pada akhirnya, cinta sejati akan menemukan jalan pulang ke satu Amin yang sama.
Mais detalhes