Gadis Prambanan

Gadis Prambanan

  • WpView
    Reads 3,814
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, May 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika banyak orang berkata bahwa Candi Prambanan ini membuat hubungan sepasang kekasih tak langgeng. Justru karena Candi Prambanan ini aku menemukan gadis pujaanku. -aku, yang mencintai si gadis Prambanan- Ini bukan cerita tentang Legenda Candi Prambanan ataupun kisah cinta Loro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Ini hanya cerita tentang pertemuan gadis Prambanan dengan cinta sejatinya. Tentang mitos kutukan perawan tua yang beredar di masyarakat Prambanan. [Slow Update]
All Rights Reserved
#395
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nothing, But You...
  • ABHATI
  • Roy Sang Don Juan
  • [TAMAT] Api Unggun Terakhir
  • Prambanan Obsession (END)
  • di bawah langit hindia
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Shades Of Twilight

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines