SYAIR-SYAIR BIJAK

SYAIR-SYAIR BIJAK

  • WpView
    Reads 2,334
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2015
Sebagian kita mungkin ada yang merasa sangat hebat karena telah hidup di zaman modern dan canggih seperti sekarang ini, merasa bangga dengan kehebatan teknologi. Namun kita lupa bahwa diri kita sendiri sebenarnya malah tidak punya kualitas yang bisa dibanggakan. Kita malah belum tahu bahwa pemikiran orang dahulu sebenarnya lebih canggih lebih luas dari yang kita bayangkan sebelumnya. Contoh Imam Suyuthi, dengan keterbatasan teknologi zaman dahulu, beliau tercatat membuat ratusan karya kitab. Bukan hanya karangan bebas (natsar)namun juga teratur yang bisa dilagukan (nadhom) yang jumlahnya ribuan bait dan semuanya tentang ilmu.
All Rights Reserved
#626
arab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satria Biji Hitam
  • Gudang Ilmu (Tamat)
  • KITAB SHOLAWAT "Kumpulan Lirik & Qasidah Sholawat Terbaru
  • Cerita Cinta Siblings Baldwin Dan Aubrey
  • Syal Merah
  • The Golden Age
  • Dua cinta anak jakarta [delshan]

Gw terbilang ya lumayan sering lah perkenalan diri karena gw suka pindah-pindah sekolah apalagi pas SD karena ikut alm bokap yang tugasnya suka pindah-pindah setahun atau dua taun dan juga suka pindah pas mulai kerja ampe di bilang kutu loncat, nah dari gw SD tiap gw perkenalan biasanya jokesnya kaya gini, "hai guys, gw satria, biasa di panggil sat aja, sering juga bangsat" perkenalan gw biasanya pas ngomong gitu ada yang ga familiar sama kata-kata bangsat karena di pergaulannya mungkin beradab, "satria baja hitam ya, haha," biasanya yang rada dominan, supel, superior atau yang rada asik nyaut begitu bre, abis itu semuanya tertawa, dan yang ngerti filmnya biasanya lanjut nanya "robo rider apa bio rider sat?" gw pasti bilang "bio rider" terus gw biasanya sebelum ketawanya selesai dan roaming karena bahasan satria baja hitam gw lanjut, sambil ikut ketawa gw tiba-tiba "bukan baja hitam sih biasanya gw biasa di panggil BIJI HITAM" tiba-tiba semua diam gw sambil senyum sedikit untuk menggambarkan kalo gw sebenernya pengen ngelanjutin ngejokes dan ga baper dengan becandaan alias marah, trus semua ketawa lebih keras di banding ketawa sebelumnya, malah ada yang bilang "jorok ah" dari SD, sampe gw mulai ngerasa sakit pinggang, gw mulai merenungi soal biji ini dengan cukup keras, kenapa jokes kita ga original, kenapa pas bilang biji harus ke arah biji penis, hingga menemukan jawabannya dari orang-orang yang tercerahkan, jadi dari biji gw mulai dapet pencerahan yang bermanfaat, ya beda level jauh si dari para orang-orang tercerahkan seperti Budha kan di pohon bodhi, Nabi Muhammad di Goa, Yesus ke padang gurun, Rene Descartes ke Belanda, mendikbud di kantornya, kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran yang tercerahkan, revolusioner, menyajikan makanan-makanan yang bisa kita nikmati hingga sekarang, makanan spiritual, makanan suci, makanan yang paling sejatinya kita butuhkan untuk sehari-hari, ada sedikit sarkas dalam paragraf ini

More details
WpActionLinkContent Guidelines