Heaven's Cradle

Heaven's Cradle

  • WpView
    Reads 3,405
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 16, 2016
WpInfo
Fiction
Fantasy
Lucia tidak mengira hidupnya akan berubah dengan sangat drastis. Ia hanya seorang gadis berumur 17 tahun biasa yang menjalani kehidupan yang sangat normal, tapi tiba-tiba saja ia tanpa sengaja terlempar memasuki dunia baru yang asing bersama adik tirinya, Noel. Jalan untuk kembali seakan tidak pernah ada di tanah yang asing dan misterius itu, tapi Lucia ingin percaya kalau ia nantinya akan menemukannya. Ia akan pulang bersama adik tirinya, lalu semuanya akan baik-baik saja. Namun, bagaimana kalau semuanya bukan hanya kebetulan saja?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dreamkeeper's Forest
  • Introverts to Extroverts
  • Important Figuran (END)
  • Our Transmigration? Our? [ON GOING]
  • THE AXE
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • 𝙍𝙚𝙞𝙣𝙘𝙖𝙧𝙣𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙁𝙤𝙧 𝘼 𝙎𝙚𝙘𝙤𝙣𝙙 𝙇��𝙞𝙛𝙚
  • Annalise and The Underworld [Ending]
  • Gummy [END]

Ketika rasa putus asa menelan seluruh harapan, seorang gadis muda bernama Lian Yue memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, bukannya menemui kematian, ia justru terbangun di dunia lain-sebuah alam penuh roh dan makhluk aneh, di mana waktu dan realita tak berjalan seperti dunia biasa. Dunia itu gelap, indah, sekaligus menakutkan. Di sana, Lian Yue bertemu roh-roh yang juga tersesat, makhluk-makhluk bijak, dan bayangan masa lalu yang tak kunjung hilang. Untuk bisa kembali ke dunia nyata, ia harus menempuh perjalanan melewati berbagai rintangan, menghadapi rasa takut terdalam, serta menyatukan potongan-potongan jiwanya yang telah lama hancur. Sepanjang perjalanannya, Lian Yue mulai memahami makna penderitaan, cinta, dan harapan dari sebuah kehidupan. Di dunia roh yang asing itu, ia justru menemukan cahaya yang telah lama hilang dalam hidupnya-dan perlahan, ia menyadari bahwa hidup masih pantas untuk diperjuangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines