SEXY NANNY

SEXY NANNY

  • WpView
    Reads 556,566
  • WpVote
    Votes 10,574
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
( Part 10 mulai di privat jadii folow dulu yak ) Mempunyai mimpi sebagai seorang Dokter, niken nekat pergi kekota untuk mencari dana sebelum melanjutkan sekolahnya, namun kehidupan dikota sangat buruk, niken harus pontang panting mencari pekerjaan, ditengah keputus asaanya dia menemukan seorang anak lelaki yang sedang tersesat, ternyata bocah kecil itu adalah cucu dari konglomerat yang mempunyai beberapa perusahaan terkenal, Karna kebaikan niken bekerja menjadi pengasuh Daniel arkano danuatmaja. namun perkerjaannya tak akan mudah karna dia terjebak cinta dengan tiga Om dari niel membuat niken pusing karna masing-masing dari mereka mempunyai ego yang tinggi. Siapa yang akan dipilih oleh niken menjadi kekasihnya??? Dan apakah niken bisa melanjutkan menggapai mimpinya menjadi seorang Dokter??? yuk langsung chek this out ^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Get Over Something
  • Catatan Bahagia
  • FLOWER OF LOVE (Tamat di KBM dan Karyakarsa)
  • Korban Broken Home
  • PUTUS YUK DOK [dr. Rama & dr. Nirina]
  • Say Bye
  • [End] Behind The Heart
  • I Love My Little Sister
  • My Big Boss

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines