INDRA -Cursed-

INDRA -Cursed-

  • WpView
    LECTURAS 71
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 31, 2015
Benang merah yang ditakdirkan bertemu. Benang merah yang ditakdirkan sirna. Seumur hidup Didi Febriani Septia dapat melihat 'mereka' dari alam yang berbeda. Semuanya berjalan seperti biasa, hanya melihat saja dan meghindar. Tapi semenjak 'insiden itu' terjadi menjadi permulaan mimpi buruknya. Saat Didi memasuki kehidupan SMA semuanya semakin menjadi ekstrim. Saat hampir celaka Didi bertemu dengan Tiko, Kakak kelas yang berbagi nasib dengannya. Sejak hari itu Didi mulai mempunyai harapan lagi agar tetap bertahan. Tapi semua itu berubah saat dia sekelas dengan Radit Apriyansyah, teman masa SMP yang menjadi salah satu saksi atas 'insiden itu'. Rumor menyebar dan masa lalu Didi mulai terungkap sampai membuat dunianya semakin ditelan kegelapan yang menyesakkan. Benang merah yang ditakdirkan bertemu. Benang merah yang ditakdirkan sirna. Bayangan yang terus menghantuinya semakin mendekati akhir tujuannnya. Berjuanglah untuk dirimu dan dirinya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Thuis
  • Red In The Silence
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • STILL IN LOVE [END]
  • Feeling Blue
  • Your Soul "Chapter 2"
  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • Connecting Red Yarn
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
Thuis

Anjani belum pernah merasakaan rasa penasaran sebesar ini. Ia begitu dibuat ingin tahu oleh seorang pria misterius, yang setiap pagi akan duduk di beranda rumah tua yang ia lewati. Pria itu, akan duduk di sana, dengan secangkir minuman yang masih mengepul sambil memperhatikan bunga-bunga di halaman rumah yang cukup luas itu dengan tatapan kosong. Pria yang wajahnya begitu tampan, dibingkai oleh mawar merah yang menjuntai dari atap beranda tempatnya bernaung setiap pagi. Terlalu indah dan hampir terkesan tidak nyata. Sayangnya, Anjani juga melihat ada sendu yang kuat di kedua netra pria itu. Rasa penasaran Anjani ternyata dikabulkan oleh semesta. Takdir memberikan kesempatan bagi gadis itu untuk berbicara berdua dengan si pria beranda. Namun ternyata, pria itu tak dengan mudah mengatakan siapa dirinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido