Story cover for INDRA -Cursed- by Didiwalker
INDRA -Cursed-
  • WpView
    LECTURAS 70
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 70
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jul 29, 2015
Benang merah yang ditakdirkan bertemu. 
Benang merah yang ditakdirkan sirna.

Seumur hidup Didi Febriani Septia dapat melihat 'mereka' dari alam yang berbeda.
Semuanya berjalan seperti biasa, hanya melihat saja dan meghindar. Tapi semenjak 'insiden itu' terjadi menjadi permulaan mimpi buruknya.  Saat Didi memasuki kehidupan SMA semuanya semakin menjadi ekstrim.   Saat hampir celaka Didi bertemu dengan Tiko, Kakak kelas yang berbagi nasib dengannya. Sejak hari itu Didi mulai mempunyai harapan lagi agar tetap bertahan. Tapi semua itu berubah saat dia sekelas dengan Radit Apriyansyah, teman masa SMP yang menjadi salah satu saksi atas 'insiden itu'. Rumor menyebar dan masa lalu Didi mulai terungkap  sampai membuat  dunianya semakin ditelan kegelapan yang menyesakkan.
 
Benang merah yang ditakdirkan bertemu. 
Benang merah yang ditakdirkan sirna.
Bayangan yang terus menghantuinya semakin mendekati akhir tujuannnya.
Berjuanglah untuk dirimu dan dirinya.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir INDRA -Cursed- a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
BUCIN MAS ARSITEK de niken_arum
39 partes Concluida
Ketika seorang arsitek muda, tampan, mapan, dan dingin bernama Banyu Biru menyakini bahwa jodoh adalah cerminan diri, maka dia cukup percaya diri bahwa jodohnya kelak adalah seorang gadis pendiam yang santun dan tidak suka neko-neko. Banyu Biru belum melakukan kodratnya sebagai makhluk bergender pria, yaitu memilih. Kepercayaan dirinya pada keyakinan tentang jodoh adalah cerminan diri, membuatnya belum menjatuhkan pilihan di usianya yang ke 28 tahun. Banyu belum menemukan gadis sesuai dengan apa yang dia yakini. Ditambah lagi, jejak masa lalunya yang pernah merasa jatuh cinta pada seorang gadis yang dirasanya adalah tipenya, membuatnya anteng saja di usianya yang sudah matang. Pun ketika insiden sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di kafe di depan kantor Dinas Tata Kota, membawanya berurusan dengan gadis bernama Dian Agni Pangestika, sang pemilik mobil. Agni yang cantik itu justru membuat Banyu terkaget-kaget karena gadis itu begitu blak-blakan dan seperti tidak berniat pelan-pelan saat membuat laporan ke kantornya. Kata Banyu, dari gaya bicaranya, Agni itu berandalan. Gadis 22 tahun itu bahkan secara terang-terangan menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala seakan melucutinya tanpa malu. "Mas jodoh, tolong urusan ganti rugi ini dipercepat nggih? Saya harus pergi sekarang." Kata-kata Agni itu seketika membuat Banyu Biru membuat benteng setinggi langit dan sepanjang garis cakrawala di depan Agni. Banyu Biru dan Dian Agni dari kacamata kalian.
Feeling Blue de red_beaann
8 partes Continúa
Di tengah riuh dunia yang terus berjalan, Senandika tumbuh dalam sunyi. Remaja pendiam itu menyimpan luka dari rumahnya sendiri, konflik orang tua yang tak kunjung reda membuatnya terbiasa memendam, menutup rapat perasaannya dari dunia. Ketika ia pindah ke sekolah baru, segalanya tampak akan berjalan sama... hingga ia bertemu Airi Anindya. Anindya, dengan senyum hangat dan keberaniannya yang cerah, perlahan mencairkan dinding beku dalam diri Senandika. Hari-hari sekolah tak lagi sepi, dan untuk pertama kalinya, Senandika merasa dimengerti. Persahabatan mereka tumbuh menjadi ruang aman yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Namun, takdir berkata lain. Tepat ketika Senandika mulai pulih, Anindya pergi untuk selamanya. Kepergian itu mengguncang dunia Senandika, menciptakan luka baru yang lebih dalam dari sebelumnya. Tahun-tahun berlalu. Senandika beranjak dewasa, membawa kenangan Anindya di sudut hatinya yang sunyi. Hingga suatu hari, ia bertemu seseorang dari masa lalunya, bukan Anindya, tapi seseorang yang pernah berdiri di latar belakang cerita mereka. Pertemuan itu perlahan membuka pintu yang sudah lama tertutup, dan Senandika kembali dihadapkan pada pilihan antara tetap tinggal dalam kenangan, atau memberi kesempatan bagi masa depan. "Feeling Blue" adalah kisah tentang kehilangan, penyembuhan, dan harapan. Tentang bagaimana satu pertemuan bisa mengubah segalanya, dan bagaimana cinta selalu menemukan jalan pulang dalam segala bentuknya.
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) de itira17
32 partes Concluida
(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
tiga tahun dalam diam cover
Red In The Silence cover
STILL IN LOVE [END] cover
BUCIN MAS ARSITEK cover
Ada Apa Dengan Waktu ? cover
Feeling Blue cover
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) cover
Jejak Rasa Arzendo  cover
KISAH DISEKOLAH (SELESAI) cover

tiga tahun dalam diam

18 partes Concluida

Bagi seorang Nana, Dikta adalah sosok teman sekelas yang selalu berhasil mencuri perhatiannya sejak hari pertama masuk SMK. Nana menyimpan perasaannya rapat-rapat, mengagumi Dikta dari bangku belakang, menciptakan percakapan-percakapan imajiner di benaknya, dan berharap suatu saat Dikta akan menyadari keberadaannya lebih dari sekadar teman sekelas biasa. Sayangnya, Dikta terlalu asyik dengan teman-temannya, pelajaran, dan dunianya sendiri hingga tak pernah menangkap sinyal-sinyal halus (atau mungkin tidak terlalu halus) yang sering Nana kirimkan. Tiga tahun berlalu begitu cepat, dan ujian akhir semakin dekat, menandakan akhir dari masa SMK mereka. Nana dilanda kebimbangan yang semakin besar. Terus memendam rasa dan membawa penyesalan setelah lulus, atau akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya dengan risiko ditolak dan membuat suasana menjadi canggung di sisa waktu yang ada? Di tengah kegelisahannya, berbagai momen lucu, salah tingkah, dan terkadang menyakitkan terus mewarnai interaksi mereka di dalam kelas, semakin memperumit perasaan Nana dan membuatnya bertanya-tanya, akankah Dikta pernah tahu?