High School

High School

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 30, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka akan berbicara dengan beberapa manusia di depannya, tak lama kemuadian akan ada tawa juga cibiran halus sampai pada tingkat yang lebih ekstrim lagi maka akan ada lebih dari sekedar cibiran. Jika beruntung, maka akan ada tatapan sinis dan menyakitkan. Tapi, yang lebih menyakitkan adalah rasanya, karena aku tahu mata mereka menangkap mataku. saat itulah aku sadar, orang yang ada dalam cerita mereka adalah.. Aku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WARISAN
  • feeling of love
  • SHORT STORY
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Christian & Marsha (S2)
  • Anaking
  • teman sekelas {END}
  • Light After Darkness  {OHMNANON}
WARISAN

" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan

More details
WpActionLinkContent Guidelines