Cerita kemarin sore

Cerita kemarin sore

  • WpView
    Reads 3,377
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 29, 2017
Ibuku segera menyuruhku untuk bergegas mandi.Tapi aku tak mendengarkan. Aku ingin memuaskan mataku dengan memandangi pemandanga desaku yang tak akanl amalagi akan kutinggalkan untuk menuntut ilmu di kota. Aku tersenyum melihat bagaimana pephonan berbaris tak teratur tapi tetap enak dipandang mata.Berbeda dengan manusia yang sudah tak sanggup berbaris, tak teratur pula bila berbaris.Sungguh kita tak berpikir.Aku termenung bagaimana sungai berkelok-kelok tapi tetap bisa tenang arusnya.Berbedadengan manusia yang sudah tidak mau hidupnya berkelok-kelok, tidak tenang pula bila hidupnya tak berkelok-kelok.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • life, promise and love
  • Mencari Sasha (COMPLETED)
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • The Goals Destiny
  • HAPPY ✅
  • Bitter Life Him
  • ROMANSA KATA

menjadi anak pertama perempuan, katanya harus memempunyai bahu yang kuat. secara tidak langsung menjadi tulang punggung keluarga. meskipun masih ada sosok ayah di rumah. aku saraswati candta, lebih sering di panggil saru. katanya panggilan saru itu adalah berkah dan anugrah bagi keluarga. aku manusia terlurus yang keluargaku kenal, bahkan mungkin elisa sering banyak kesalnya karena mempunyai kaka sepertiku karena aku terkesan tidak memiliki ambisi lebih dalam kehidupan ini. untuk apa ? karena menurutku hidup itu hanya untuk di nikmati hari itu saja, jalani saja semampunya. kehidupanku berubah ketika aku bertemu dengan seorang pria bernama inder dewaga dan sebuah kesalahfahaman yang fatal bagi keluargaku. bagaimana kehidupanku selanjutnya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines