Cerita kemarin sore

Cerita kemarin sore

  • WpView
    Membaca 3,376
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 29, 2017
Ibuku segera menyuruhku untuk bergegas mandi.Tapi aku tak mendengarkan. Aku ingin memuaskan mataku dengan memandangi pemandanga desaku yang tak akanl amalagi akan kutinggalkan untuk menuntut ilmu di kota. Aku tersenyum melihat bagaimana pephonan berbaris tak teratur tapi tetap enak dipandang mata.Berbeda dengan manusia yang sudah tak sanggup berbaris, tak teratur pula bila berbaris.Sungguh kita tak berpikir.Aku termenung bagaimana sungai berkelok-kelok tapi tetap bisa tenang arusnya.Berbedadengan manusia yang sudah tidak mau hidupnya berkelok-kelok, tidak tenang pula bila hidupnya tak berkelok-kelok.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Like Father Like Son
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • ROMANSA KATA
  • Hanya Singgah, Bukan Tinggal
  • ALGAVRA
  • Mencari Sasha (COMPLETED)
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • The Goals Destiny
  • Bitter Life Him

Ini adalah kisah kehidupanku, yang seharusnya tidak pernah kuceritakan kepada siapapun... Ketika satu-satunya orang kumiliki, berlaku sangat tidak adil kepadaku... Hai, selamat datang di duniaku...

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan