Dania's Life journal

Dania's Life journal

  • WpView
    Leituras 80
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 28, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
"Dan, gue serius sama lo" . "Lo tuh cantik, Dan. Semua orang mengakui itu" . "Dania bego! Gak usah plin-plan sih jadi orang! Sekarang gue tanya, hati lo buat siapa sebenernya?" ✏ Marcell adalah cinta pertama Dania. Saat itu, orang-orang di sekitarnya menganggap bahwa mereka hanya terjebak cinta monyet semata. Tapi tak disangka ternyata cinta monyet itu berlanjut sampai mereka dewasa dan mulai mengerti apa itu cinta yang sebenarnya. Ketika Dania mulai lelah menunggu cinta pertamanya, ia bertemu dengan seseorang yang mengingatkannya dengan Marcell. Semakin diperhatikan, makin suka Dania melihatnya. Mungkinkah Dania memang harus melupakan Marcell? Ataukah dia harus tetap menunggu cinta pertamanya? Bantu Dania menentukan pilihan.
Todos os Direitos Reservados
#69
generalfiction
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • In Someone Elses Shadow
  • Davidson || END
  • KANARA [COMPLETED]
  • The Pain Is Genuine
  • Un Crush! [TERBIT]
  • Kelas A [End]
  • A (Not) Perfect Life  [HIATUS]
  • Mine
  • JEVIN AERA
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo