Lubang Hati

Lubang Hati

  • WpView
    Reads 20,289
  • WpVote
    Votes 1,243
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureComplete Tue, May 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kau berpikir hari pertamamu di umur 25 tahun akan dimulai dengan lubang menganga di dada? Novel ini bercerita tentang pencarian hati seorang pemuda. Tak tahu apakah hatinya hilang, pergi, atau sudah mati, si pemuda melakukan sebuah pencarian. Dalam pencarian inilah ia bertemu kawan baru dan berpisah dengan kawan lama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban Ghosting
  • Fake Wizard [END] ☑️
  • Nerd Outside Bad Inside
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • FIRST NIGHT [21+]
  • Dongeng Sebelum Tidur
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • The Cursed Finger [Dipaksa Tamat]
  • Fall And Rise

Catatan Gen Z yang Pernah di-Ghosting Dalam balutan tawa getir dan air mata jenaka, buku ini menyajikan kisah seorang Gen Z yang merasakan pedihnya ghosting-satu notifikasi terakhir "Otw yaa hehe" yang menjadi awal sunyi tak berujung. Lewat 20 bab ini, pembaca akan diajak menyusuri jalan absurd penuh overthinking, chat yang dihapus tapi disimpan dalam folder "Babi Lucu," hingga terjun bebas ke dunia tarot dan aplikasi dating yang lebih mirip wahana uji mental. Tidak sampai di situ, sang tokoh utama pun terus mencari validasi dengan curhat ke sahabat, nonton drama Korea, bahkan sampai ngeluh ke Ai, tetapi ia sama sekali tidak merasakan kelegaan di dalam hatinya. Hingga akhirnya suatu hari ia menemukan cermin kehidupan saat bertemu nenek penjual jajanan di tengah kemacetan. Di sanalah kesadarannya mulai tumbuh: bahwa kehilangan cinta tak sebanding dengan kehilangan arah hidup. Dibalut dengan gaya penulisan yang satir, penuh punchline tapi tetap menyentuh, Catatan Gen Z yang Pernah di-Ghosting bukan hanya kisah patah hati, tapi juga perjalanan menjadi lebih dewasa dengan cara paling ngenes namun manusiawi. Untuk siapa pun yang pernah merasa "kok gue doang yang berjuang," buku ini akan memelukmu sambil bilang, "Tenang, kamu nggak sendirian." Siap-siap tertawa, tersentuh, dan mungkin... move on.

More details
WpActionLinkContent Guidelines