Keikhlasan Cinta

Keikhlasan Cinta

  • WpView
    Reads 219,094
  • WpVote
    Votes 7,798
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2015
Cinta memang buta tapi ingatlah cinta itu bisa melihat siapa yang pantas untuk dicintai, dan cinta itu tak berkaki tapi cinta bisa berjalan dari satu hati ke hati lainnya. Cinta itu sederhana. Ia ada di dalam hati kita, yang menyatu dengan jiwa kita, Tak bisa terdengar dan tidak bisa kita lihat. Ia seperti angin yang bisa kita rasakan kehadirannya. Ke manapun cinta melangkah, sejauh apapun ia pergi, cinta tahu ke mana dia harus pulang. Cinta itu bukan tentang siapa dengan siapa , tapi ketika aku dan kamu, aku dan dia, berubah menjadi kita. . . .dua hati yang menjadi satu. Cinta mengerti apa yang tak diungkapkan, merasakan tanpa dijelaskan, karna cinta bukan tentang wajah nan rupawan tapi cinta itu tentang sebuah pengertian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • SELAKSA CINTA
  • Hatiku Tertambat, Cintaku Tumbuh [End] √
  • Sepenggal Kisah Hijrah (Selesai)
  • Mendaki Bersamamu Menuju Jannah
  • Mengagumi Dalam Diam
  • Cinta Dalam Ikhlas (SUDAH TERBIT)
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Rindu Yang Terhalang

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines