Cinta memang buta tapi ingatlah cinta itu bisa melihat siapa yang pantas untuk dicintai, dan cinta itu tak berkaki tapi cinta bisa berjalan dari satu hati ke hati lainnya.
Cinta itu sederhana. Ia ada di dalam hati kita, yang menyatu dengan jiwa kita, Tak bisa terdengar dan tidak bisa kita lihat. Ia seperti angin yang bisa kita rasakan kehadirannya. Ke manapun cinta melangkah, sejauh apapun ia
pergi, cinta tahu ke mana dia harus pulang.
Cinta itu bukan tentang siapa dengan siapa , tapi ketika aku dan kamu, aku dan dia, berubah menjadi kita. . . .dua hati yang menjadi satu.
Cinta mengerti apa yang tak diungkapkan, merasakan tanpa dijelaskan, karna cinta bukan tentang wajah nan rupawan tapi cinta itu tentang sebuah pengertian.
Cinta yang sesungguhnya adalah ketika dua insan mencintai karena Nya, menyayangi karena Nya.
Dan berpisah karena Nya.
Cinta yang tulus adalah cinta yang tidak menjerumuskan mu kedalam lubang kemaksiatan.
Jangan berani-berani bilang cinta jika tidak ada niatan untuk menghalalkan.
Tinggalkan atau halalkan! Laki-laki harus tegas dalam hal memilih. Cintamu palsu karena di sertai nafsu.
Qadarullah, mengikuti skenario terbaik Nya. Ikuti Alur Nya maka kamu akan merasakan nikmat kebahgiaan yang tiada henti.