Zahra and About His Memories

Zahra and About His Memories

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 13, 2015
Prolog “ Sudah aku katakan, aku akan kembali.” “ Semudah itu kah kau bicara?” “ Kau masih punya bokong terindah.” “ Jangan alihkan pembicaraan.” Ada yang membangunkan naluri. Bahkan menikmati setiap bibir yang menyapu lehernya. Bergidik geli. Zahra berbalik mencoba menahan laki-laki bertubuh maskulin ini semakin menguasinya. “ Menjauhlah,” Zahra mendorong tubuh laki-laki itu keras. Vas di meja pecah jatuh ke lantai. “ Ayolah, Ra! Sudah lama sekali Ra. Aku hanya ingin memperkenalkan kembali. Mulailah dari awal.” “ No!!! easier said!” “ Come on, baby.” “ Jangan pernah lagi menyentuhkan jarimu padaku. Kau sudah kehilangan hak untuk menyentuhku.” “ Tidak! Jika kau masih mencintaiku.” Napas hangatnya kembali membelai leher. “ Heh, Imposible.” “ Aku tahu kamu bohong.” “ Tidak!!” “ Berani menatapku?” “ Buat apa?” “ Tidak berani? Takut jatuh cinta? Ya, kau memang masih mencintaiku.” “ Jangan mengada-ngada.” “ Tatap aku, Zahra.” Akhirnya Zahra memberanikan diri menatap laki-laki itu. Detak jantungnya bergema di kerongkongan. Dia tak lagi kuat. Menyerah. Ia jatuh cinta. Jatuh cinta lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIKANESHA
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Waiting For You
  • Amor Eterno
  • FARHAN [End]
  • PACAR CUEK
  • GADIS CANTIK
  • SHAKARA (END)
DIKANESHA

Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines