Magic
  • WpView
    Reads 1,165
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 25, 2016
[SLOW UPDATE] -------- "I love you, Lily. Maukah kau menjadi pendamping hidupku?" Tubuhku menegang. Dua kalimat itu terus mengiang di telingaku. Bagaimana bisa? Dia bahkan tidak pernah menunjukan kalau dia menyukai diriku. Atau akunya saja yang tidak peka? Argh, kau membuatku hampir mati, Hugo. ----------- Pernyataan bahwa Hugo mencintai Lily membuat keadan berubah seratus delapan puluh derajat. Lily tak pernah menyangka Hugo mencintainya. Belum lagi tentang fakta bahwa sahabatnya memiliki rahasia yang -bodohnya- tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Lily. Hidupnya tenangnya selama ini berubah menjadi penuh rahasia dan kejutan. Satu-persatu rahasia yang disembunyikan orang-orang disekelilingnya pun terkuak. Menjadikan Lily bagai orang bodoh yang tak tau apa-apa mengenai kehidupannya sendiri. Saat ini yang dapat dilakukan Lily hanya satu, mejalani semua ini dengan tabah hingga semua permasalahan itu selesai.
All Rights Reserved
#47
handsomeboys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bizzare Love Triangle
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Heart to you.(END)
  • Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT]
  • Lily Kacamata - [ COMPLETED ]
  • Ketukan Takdir
  • Embun di Ujung Semanggi
  • Kamu
  • Lentera Lily

Bizzare Love Triangle Ini mungkin akan terdengar seperti kisah klasik. Kami bersahabat. Aku, Justin & Gladys. Kami sahabat dekat. Amat sangat dekat. Itu karena kami satu asrama. Hufflepuff. Asrama yg selalu menjujung tinggi kesetiaan, Loyalitas, rasa toleransi dan kejujuran diatas segalanya. Aku tak pernah menyadari segala perhatian Justin terhadapku. Bahkan hingga semua orang mulai menggosipkan hubungan kami. Aku masih tak terlalu peduli. Karena di mataku. Dia baik pada semua orang. Karena itu memanglah sifat dari semua penghuni asrama ini. Sekelumit masalah mulai terjadi saat aku mulai menyadari kenyataan bahwa aku menyukainya. Aku menyukai semua perlakuan manisnya padaku Dan ambisi itu mulai muncul. Ambisiku untuk memilikinya. Tapi apa yg harus aku lakukan saat sahabatku sendiri Gladys menyukainya. Perasaan yang dimilikinya jauh lebih tulus dari pada apa yang ku rasakan. Dia bahkan menyuruhku untuk segera berpacaran dengan Justin. Apa dia gila?! Aku tak kan melakukan hal konyol itu. Aku mendapat pilihan lain di saat yg tepat. Seorang kapten Quiddicth menembakku. Itu hal yg mengembirakan bukan?! Yaahh aku sangat bahagia saat itu.. Tapi itu adalah awal tragedi....

More details
WpActionLinkContent Guidelines