Story cover for Dear Amaryliss. by blackbrowneye
Dear Amaryliss.
  • WpView
    Leituras 22
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 22
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em ago 04, 2015
Amaryliss June Blade.
Nama yang selalu menggema di lorong Roadstone High School. Gadis itu sebenarnya berparas polos. Namun menurut semua orang, dia pantas dikagumi.
Tapi Mary hanya gadis biasa, dia suka menjadi primadona sekolah, walaupun terkadang risih, Mary tetap menjalani hidup layaknya remaja-remaja yang lain.

Namun kebahagiaan itu seakan terombang-ambing , saat semuanya dikaitkan dengan seseorang. Pria itu! Itulah kelemahan terbesarnya. Dan Mary mencintainya.
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar Dear Amaryliss. à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 8
He Wrote My Name Wrong cover
ZEEDIEN  [End] cover
PACAR PERTAMA cover
ALVASKA  cover
damn! my possessive man cover
My Gamon Boyfriend ✔️ cover
 Alcha ~ Rajawali cover
Reegan cover

He Wrote My Name Wrong

22 capítulos Em andamento

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.