We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BRAIN - SELEKSI (ON EDITING)

BRAIN - SELEKSI (ON EDITING)

  • WpView
    Reads 6,059
  • WpVote
    Votes 943
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Bukan World Health Organization, tetapi World Help Organization. Sebuah organisasi yang dibuat dengan melibatkan lima belas negara besar dengan kemampuan militer terbaik, perangkat teknologi apik dan remaja-remaja terdidik. Cerita dimulai ketika seorang astronom NASA menerima sinyal radio misterius yang disinyalir berasal dari Black Knight, satelit asing yang dikabarkan telah mengorbit bumi sejak 13.000 tahun yang lalu. Sinyal tersebut dikirim rutin selama lima hari dengan durasi 72 detik. Dengan bahasa sansekerta kuno, pesan itu diterjemahkan: "Rule the earth!" Jelas, itu adalah pernyataan perang. Untuk itu, WHO membentuk sebuah pasukan khusus bernama Alpha Gold yang terdiri dari remaja-remaja tangguh dari seluruh dunia. Berharap perang antar dimensi itu setidaknya bisa terelakkan. *** Cerita ini akan dibuat dua session: 1. BRAIN (Seleksi) 2. BRAIN (Final Eksekusi)
All Rights Reserved
#972
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Murid Sialan
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines