The Curse [on hold]

The Curse [on hold]

  • WpView
    Reads 14,475
  • WpVote
    Votes 516
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2014
WpInfo
Fiction
Paranormal
Mungkin akan terdengar klise, tapi memang ini yang terjadi. Entah ini sebuah kutukan atau keberuntungan. Ketika cinta ada di urutan paling bawah diantara jutaan daftar keinginan. Ketika rasa itu sangat tidak diharapkan kehadiranya. Ketika ia seperti penyakit yang harus dihindari. Cinta justru datang dengan kekuatan berlipat ganda. Menyerang bagai wabah. Mendobrak tanpa peringatan. Menguntit seperti bayangan. Menghantui. Memaksa. Merayu. Menindas. Merampas. Tidak memberi ruang dan pilihan. Tapi ketika cinta mulai bisa diterima dengan tangan terbuka, ia justru mengancam untuk pergi. Apakah cinta memang se-egois itu?
All Rights Reserved
#552
kutukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • That driver is my wife. [𝙀𝙉𝘿]
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Kamu Milikku
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • You Belong To Me.
  • Aderaga [ON GOING]
  • The Target Will Always Be You!
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines