Unexpectedly

Unexpectedly

  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 28, 2016
Bukan puisi. Bukan pengalaman diri. Maupun pantun jenaka yang bahkan membuat anda terpingkal-pingkal. Sesak. Namun entah mengapa masih ingin mencecap jutaan kata di dalamnya. Seolah ada kepulan asap yang memenuhi paru lalu membuat seseorang terbatuk. Akan ada bulir air mata yang mengumpul di pelupuk mata. Akan ada senyum yang nyaris hilang dan mengembang kembali. Akan ada bahu yang bergetar dengan jiwa yang ringkih. Aku. Kamu. Dia. Mereka. Ya, pasti. Atau bahkan akan mengalami hal itu.
All Rights Reserved
#130
word
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Silence That Shaped Me
  • • EUTANASIA •
  • ABSURD QUOTES II
  • Zaici Huilai
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Ecosillia
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines