Topeng
  • WpView
    LETTURE 6,507
  • WpVote
    Voti 301
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, dic 24, 2015
"Siapa?Siapa kau?" "Seriously? Kau tak ingat aku?" Gadis yang ketakutan itu hanya menggelengkan kepalanya. Susuk tubuh yang memakai topeng itu mendekatinya. "Aku malas nak cerita banyak , aku buka eh topeng ni? OK?" Gadis itu hanya membisu. Topeng dibuka. Wajah ditunjukkan. Realiti dibongkar. "Kau?Kau bukan dah mati? Susuk tubuh itu hanya tersenyum. "Kau nak apa?" "Aku nak balas dendam." "Kau kan dah mati?" "Siapa kata kau perlu hidup untuk balas dendam?" Aku membalas senyumannya.
Tutti i diritti riservati
#39
malay
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Lihat Aja Langit (Batch 1)
  • Misteri Kelas IX
  • Crazy Couple [End] ✔
  • My Girlfriend Is A Shadow
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • The Dark Side(END)
  •   PINDAHAN BERDARAH
  • Xxera

Kekuatan petir fase ke-6 malam itu membuat dirinya kehilangan kekuatan lagi untuk menahan sakitnya dan membuat fase yang sebelumnya lenyap ditambah dirinya mulai terpental karena koordinasi tubuh yang berantakan dan semprotan darah dari perut yang terus menyembur selama dia di udara. Sial, apakah aku harus mati sekarang? Tapi, Rembulan malam ini indah juga ya, suasana dingin ini saja aku masih lupa, sejak tanding tadi...Pikir Reho yang sudah mengigau dan kesadaran yang mulai menurun. "Kak, Reho, jangan menyerah ya," sebuah suara dari gadis kecil berhasil membuat dirinya yang nyaris tak sadarkan diri itu melihat adiknya yang tersenyum manis padanya ditengah ladang. Tidak, mungkin aku dalam kondisi berat, tapi semangat tak boleh ikut berat, Hiya! Walaupun tak bisa berdiri atau merangkak, aku akan mengesot, walau aku tak bisa berteriak, aku akan berusaha, aku tak ingin susan mati sia-sia, aku masih harus membalas kematiannya, harus, harus, harus.... Teriak Reho dalam hatinya sambil terus menggerakkan tangannya walau anggota geraknya mati rasa, hingga saat tangan meloncatkan dirinya ketengah jalan itu. "Semangat Kak, ayo lebih tinggi lompatnya, ayo kak, sekarang harus 20 kali lompat ya kak," semangat susan yang melihat Reho yang memainkan lompat tali hingga 20 kali. "Yeay, akhirnya kakak bisa, jangan lupa latihan ya kak," senyum manis Susan yang dibalas senyuman manis Reho kecil, namun sebuah kata ditengah ladang itu, "Oke kak aku pergi dulu ya kak, aku tunggu kakak nanti ya disana," tunjuk susan ke langit diatas mereka dan tersenyum manis sambil terangkat dirinya, "Aku sayang kakak, Hati-hati ya kak, tetaplah hidup, nanti kita ketemu lagi kak, dadah kak," ucap Susan yang naik terus dari di tengah-tengah ladang itu. "Susan." #32 kepenulisan (26.03.21)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti