Story cover for promise by 98Blue
promise
  • WpView
    Membaca 2,178
  • WpVote
    Vote 47
  • WpPart
    Bab 18
  • WpView
    Membaca 2,178
  • WpVote
    Vote 47
  • WpPart
    Bab 18
Bersambung, Awal publikasi Agt 08, 2015
Sangtae adalah seorang siswa tampan dan populer disekolahnya, tapi dia memiliki sifat yang sangat dingin dan kaku pada semua orang terutama pada cewek. Hanya Hyunwoo sahabat terbaiknya yang mengetahui apa yang terjadi pada Sangtae.

***
aku merindukanmu,,,,
bisakah kembali padaku?
masih ingat dengan janji-kanji kita yang dulu?
***
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan promise ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
I (Space) You cover
Magnet ( Chanbaek ) ✅ cover
Cute Love cover
BROKEN [END] cover
Roommate 1 cover
Resonansi cover
Enemy - taekook ☑ cover
Running towards you cover
Halfway House. (Kooktae/kookv) END             cover

I (Space) You

14 bab Bersambung

* * * "Gue udah tahu semuanya.. Selama ini Lo pura-pura jadi orang lain... Lo bohongin gue Anggisa!" ucap Hezal dengan penuh penekanan. Anggisa tersenyum tipis , ia menunduk sebentar sebelum menoleh pada laki-laki yang ia cintai disampingnya ini. "Tapi kamu juga menjadikan aku bahan taruhan kamu" ucap Anggisa dengan nada pelan seperti biasanya. Hezal tersenyum meremehkan "Lo pantes dapetin itu... Karena lo .. Sampah!" Anggisa tidak menjawab , ia menunduk lagi. Kali ini, air matanya dengan mulus lolos begitu saja dari mata indahnya. Lagi! Laki-laki ini memang selalu berhasil menjungkir balikkan dunia Anggisa. "Turun Lo ! Dan silakan Lo tinggalin gue sejauh mungkin " tegas Hezal, tangannya mencengkram stir mobil dengan keras. Tanpa berkata lagi , Anggisa turun dari mobil Hezal. Mata Anggisa menatap kepergian Hezal , ia tidak bisa bergerak sama sekali. Anggisa tidak akan meninggalkan Hezal , tetapi laki-laki itu yang membuat ruang kosong diantara mereka. * * * " Tidak penting dengan siapa kita jatuh cinta pertama kalinya , karena pada orang terakhirlah kita akan merasa penting menghabiskan disetiap detiknya waktu." -Anggisa Rana Hainun-