Journey: Sebuah Kumpulan Puisi

Journey: Sebuah Kumpulan Puisi

  • WpView
    Membaca 7,182
  • WpVote
    Vote 57
  • WpPart
    Bab 66
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 29, 2018
Sebuah antologi puisi Apa yang membuat seorang manusia menjadi manusia? Berkembang biak? Tumbuh? Atau hal lain? Bagiku manusia ada karena perjalanannya. Jejak yang mereka tinggalkan. Manusia menjadi nyata melalui berbagai gejolak. Manusia berjalan diatas pasir. Menembus badai pasir. Mungkin pasir menutupi jejaknya, tapi dia telah meninggalkan sebagian jejaknya-memorinya- disitu. Kamu adalah pelancong. Duniamu adalah gurun. Kamu akan tiba di suatu akhir. Tujuan hidupmu. Setelah sampai, itulah pilihanmu: berangkat mencari tujuan baru, ataukah menetap? Itulah dirimu. Apakah kau akan melanjutkan langkahmu? Mengangkat langkahmu. Ataukah kau akan menetap di penginapan tujuanmu? Pikirkanlah itu...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#10
narrative
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • GARIS
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • Be Us.
  • Retrouvailles (END)
  • Uncontrollable Love
  • Senja Sayu (GxG)
  • BAPER {SELESAI}
  • TWINS (GxG)

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan