Love Me Right

Love Me Right

  • WpView
    GELESEN 241
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Jan. 3, 2016
WpInfo
Belletristik
Romantik
Jane Anderson, salah satu desainer di brand pakaian ternama hanyalah seorang wanita karir biasa. Hidupnya berjalan normal, lurus, dan lancar-lancar saja. Keinginannya saat ini hanya satu, Zelo Callaghan harus meliriknya. Ia telah menyukai partner kerjanya itu selama 2 tahun lebih dan tak ingin berakhir sia-sia. Namun tanpa di duganya, pertemuan menyebalkan dengan James William perlahan-lahan merubah dan mengacaukan hidupnya. Dan di saat-saat genting seperti ini, hanya keempat sahabatnyalah yang bisa ia andalkan. Copyright 2015 By: Alfin Khusna All Rights Reserved.
Alle Rechte vorbehalten
#1
lovemeright
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • Dear Boss's Daughter
  • My Innocent Secretary [COMPLETED]
  • (un)completed [PROSES TERBIT DENGAN JUDUL THE PERFECT CHARM]
  • [END] Orang Ketiga a.k.a Dangerous Affair
  • You are my soulmate
  • Kamar Sebelah [part dihapus sebagian]
  • Love Me If You Dare

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien