Circus Of Dark Days [Done]

Circus Of Dark Days [Done]

  • WpView
    Reads 976
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 13, 2015
'Ini sudah bulan April... dan genap hari ini aku sudah di sirkus ini selama hampir 1 tahun. Aku memang sudah melupakan kejadian yang mengubah hidupku dalam semalam dan... aku juga telah melupakan pertemuanku dengan kak Lax. Semula, kami memang lancar di sini. Lancar... Lancar... Hingga aku menyadari bahwa satu per satu, seluruh rahasia, mulai dari rahasia pembunuhan ayahku, hingga siapa sebenarnya pewaris terakhir sirkus ini. Aku juga menyadari... semuanya adalah omong kosong belaka yang aku percayai dengan mereka. Saat aku mengatakan hal itu dalam hati, aku tidak menyadari bahwa aku sebenarnya seorang...'
All Rights Reserved
#23
circus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOIR [SUDAH TERBIT]
  • Down There Is What You Called Floor [END]
  • The Truth (Terbit√)
  • Javas Drexzer [END]
  • RELLAWAY-The Beginning-
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • GEVANO [Living with the Devil]
  • Necklace Crystal Magic [Slow Up]

[NOIR #1] - [SUDAH DITERBITKAN OLEH FRENDZUKZEZ PUBLISHER! SEBAGIAN ISI BAB TELAH DIHAPUS!] - Mereka mengejarku. Mereka berniat memangsaku, entah karena apa. Lima tahun lalu, langit kota Bogor terbelah. Lima tahun lalu, aku menyaksikan monster-monster itu turun dari langit. Lima tahun lalu pula, aku menjadi satu-satunya anak yang selamat. Sejak insiden langit yang terbelah itu, aku bisa melihat mereka. Makhluk-makhluk itu ada di mana-mana dan terus memakan manusia. Sayangnya, tidak peduli apa yang aku jelaskan, tidak pernah ada yang percaya. Mereka malah menganggapku gila. Karena hanya aku yang bisa melihat mereka, orang-orang mengira makhluk-mkahluk itu hanya ada dalam kepalaku. Namun pemuda itu berbeda. Dia bisa melihat makhluk-makhluk itu sama sepertiku, bahkan bisa membunuh mereka dengan sangat mudah. Yang membuatku tak habis pikir, pemuda ini, pemuda yang bisa membunuh monster-monster itu dalam satu kali tebasan, ternyata tak lebih dari seorang tunanetra. Di bawah suara kepakan sayap dan jatuhnya bulu-bulu berwarna hitam sepekat malam, kami berdua dipertemukan oleh garis takdir yang terhubung oleh tragedi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines