Lembaran baru

Lembaran baru

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2015
aku menutup mulutku dengan sepenuh tenaga. menahan perihnya rasa yang ada di belakang tulang rusuk ini. setetes demi setetes jatuh ke lantai berkeramik pink di kamar mandi. aku tak menyangka mendengar berita duka saat mandi pagi sebelum berangkat ke sekolah. Berjalan perlahan ke pintu kelas. menatap kosong ke arah bawah. hanya menyendiri yang paling tepat untuk saat ini. perlahan teringat hal menyenangkan. ---------------- Aku bukanlah rakyat asli di kota ini. orang tuaku bercerai saat aku kecil. aku tinggal di kota bapak tiriku dengan ibu kandungku. selagi aku melihat kanan kiri di rumah sambil membawa lolipop yang di belikan anak dari bapak tiriku.dengan memakai sepatu pink dan kaos kaki putih pun aku berjalan ke arah kanan rumah ku dan menemukan teman pertamaku di kota ini. dia menatapku. aku berbalas dengan tersenyum. tak terasa pertemanan manis kami telah 8 tahun. ----------------- Jika dipikir-pikir.. ya! dia seorang lelaki yang manis berponi dengan senyuman tipis. BERSAMBUNG
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arsyilazka
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • ALVIN (On Going)
  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • ANNISA {ON GOING}
  • Ayesha Transmigration
  • C I N (T) A (COMPLETE)

Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu. Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. 🍁 "Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh. "Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya. "Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya. Deg "Harusnya aku gak usah berharap lebih" 🍁 "Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi" Deg "Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang. "Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak" 🍁 Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? 🍁 Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :) Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌 Bijak dalam membaca Karya kedua akuuuu :) semoga suka deh yaaa😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines