My Rival My Love

My Rival My Love

  • WpView
    Reads 507
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2015
Senyuman ituu.. senyuman yang selalu membuatku nyaman saat bersamanya.. merasa tenang berada disampingnya tapi semua itu telah pudar ketika seseorang dalam masa lalunya kembali padanya dan dengan mudah dia menerima kehadirannya. "Pagi priss, kenapa muka lo kusut gitu? Masih pagi juga" tanya sahabatku. "Gue gapapa kokk, cuma lagi gaenak badan aja" balasku berbohong lagi. "Gue tau yang lo rasain sekarang. Jujur dong ke gue, jangan bohongin diri lo sndiri" ucap nya sambil membantuku menghadap kearahnya. Aku hanya membalas dengan seulas senyum. "gue gapapa fy, serius deh" ucapku meyakinkan. "Kalo lo ada apa-apa ceritain ke gue yaa. Jangan malu malu kita kan sahabatan udah lebih dari 6tahun. Gue tau kalo lo kepikiran sama alv lagi kan?" Tanyanya tepat sekali. Yap! ify benar aku sedang memikirkan alv untuk kesekian kalinya. Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan orng yang udah jelas jelas nyakitin aku? Mungkin aku masih terlalu sayang padanya. Oh iya kenalin nama aku Alicya Pricilla b
All Rights Reserved
#287
gabriel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inginku Memilikimu
  • ketika benci menjadi Cinta
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Beautiful Disaster
  • I Love You Prilly
  • My sacrifice throughout my life
  • Fragile
  • PRILLY
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Stay (Away)

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

More details
WpActionLinkContent Guidelines