Bukan Fatimah yang dicari [repost]

Bukan Fatimah yang dicari [repost]

  • WpView
    Reads 279,416
  • WpVote
    Votes 1,350
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 20, 2017
KHUSUS FOLLOWERS. (Yang belum follow tidak bisa baca.) Dalam penantian diri ini berdiam Dalam penantian diri ini bergumam Dalam penantian diri ini berdo'a Dalam penantian diri ini Hijrah Dalam penantian diri ini menjaga izzah&ma'ruah Dalam penantian diri ini mencoba Istiqomah Dalam penantian diri ini pasrah Namun, Aku Bukanlah Fatimah Yang Dicari umpama Ali untuk menjadi Istri Shalihah ©2015 by Ridha Aprilia S
All Rights Reserved
#931
spritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • Detik Datang Dan Pergi
  • Annisa Humaira (Telah Terbit)
  • Ketika Halal Bersamamu - [[ Sudah Terbit Versi E-Book ]]
  • Secret Admirer Senior.
  • Ali & Fatimah
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Quwwatul Hub
  • MENCARI CAHAYA [PerCi||REVISI] ✅

(Belum Revisi) Sebagian part dihapus, karena sudah ending. "Barang siapa memberi karena ALLAH, menolak karena ALLAH, mencintai karena ALLAH, membenci karena ALLAH, dan menikah karena ALLAH, maka sempurnalah imannya." (HR. Abu Dawud) "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah pula cintaku padamu." {Imam Nawawi} Kembali di pertemukan dengan Alif, membuat Fatimah sangat bersyukur. Alif adalah lelaki yang ia cintai dalam diam sejak dulu. Namun, cinta dalam diam Fatimah selama bertahun-tahun kepada Alif harus hancur seketika, saat Fatimah melihat Alif mengucapkan kata 'khitbah' kepada adiknya, Aisyah, yang di vonis sakit leukimia. "Saya ingin meng-Khitbah anak Ibu." Satu kalimat yang membuat sekujur tubuh Fatimah membeku. Fatimah harus siap melupakan Alif. Bagaimanapun juga, Alif bukanlah lelaki yang di takdirkan untuk menjadi imamnya. Di saat yang sama, orang yang ada di masa lalu kembali hadir di dalam kehidupan Fatimah. Muhammad Habib Al-Ali Ibrahim, sahabat waktu kecil yang Fatimah rindukan. Ali yang mencintai Fatimah sejak mereka kecil harus menerima sebuah kenyataan, bahwa orang yang dia cintai mencintai orang lain. Sesakit inikah menyimpan rasa sendirian? Terkadang takdir menyakiti kita, dan membuat kita seakan tidak berdaya. Tetapi percayalah, pelangi akan datang setelah turunnya hujan. "Saat aku menyebut namamu dalam do'aku, memohon agar kelak Allah mempersatukan kita. Namun, jika suatu saat Allah tidak mempersatukan kita, aku harus berusaha ikhlas. Mungkin kita hanya ditakdirkan untuk bertemu, namun tidak untuk bersatu. Sebab, tidak hanya aku yang menyebut namamu dalam do'a, ikhlas adalah cara terbaik mencintai karena Allah." -Fatimah Az-Zahra- -Utamakan Sholat Dan Membaca Al-Qur'an Dalam Segala Hal- ⛔Di Larang copy paste⛔ Allah Maha Melihat. Rabu, 28-Maret-2018 // 10 Rajab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines