The Maze Runner [Teresa pov]

The Maze Runner [Teresa pov]

  • WpView
    Lectures 2,305
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 22, 2016
WpInfo
Fanfiction
The Maze Runner
Saat itu, kuingat diriku masih berumur lima tahun. KPF-Koalisi Pasca Flare-. Organisasi itu menyebarkan virus mematikan, bak tak puas karena bencana ledakan sinar matahari beberapa waktu lalu. Flare. Virus itu ganas. Bibit dari virus itu ditembakkan oleh orang - orang tak berotak dari sebuah berg. Kegaduhan terjadi di seisi desa, berlarian, berteriak, bersembunyi, tertembak. Dan, Mati. Aku menyaksikan orang - orang yang kusayangi mati satu - persatu. Mengutuk sendiri diriku karena tak ikut mati bersama mereka meskipun anak panah sudah menancap dilenganku. Aku menangis, bergelimang air mata. Kemudian beberapa dari warga desa yang selamat perlahan - lahan tertular virus itu. Namun kekuatannya semakin melemah. Mereka tidak langsung mati. Mereka yang terinfeksi merasakan sakit yang luar biasa. Semakin lama semakin parah. Terkadang mereka menjerit, menangis bahkan bernyanyi. Aku diasingkan. Dianggap anak iblis hanya karena aku tak merasakan rasa sakit yang mereka rasakan. Otak mereka sudah tak waras, pikirku. Mereka menghabiskan sisa hidupnya dalam sebuah kegilaan. Warga desa yang belum merasa dirinya terinfeksi meninggalkan diriku di desa kacau ini sendirian. Orang - orang di desa ini seolah berubah menjadi manusia setengah zombie, rupanya tak karuan. Aku melihat beberapa diantara mereka perlahan - lahan mati tersiksa. Bunuh diri, maupun membiarkan virus itu perlahan menggerogoti otak mereka. Aku melihat itu semua dengan mata kecilku. Menangis merutuki kenapa aku tidak mati walau aku tak pernah melepaskan panah ini dari lenganku. Aku duduk sembarangan lalu memeluk lutut. Kenapa hanya aku saja yang kebal?
Tous Droits Réservés
#3
maze
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Virus Z
  • Self Injury's(complete)✔
  • Cassandra✔✔
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Z-virus (LENGKAP)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)
  • My Friend Is My Strength
  • Virus of Zee[✓]
  • ALVIN (On Going)

Mereka berlarian. Dengan baju yang berlumuran darah sudah terkoyak-koyak, celana robek yang tidak beraturan, kaki yang entah beralas atau tidak, mereka terus berlarian dengan teriakan yang keluar dari mulut mereka. Momen itu.. adalah momen yang paling mengerikan di daftar kehidupanku. Momen yang tidak bisa kuhapus dari memori yang terdata di dalam otakku. Anak-anak kecil menangis mencari orang tua mereka yang entah berantah dimana, para laki-laki sibuk mencari alat untuk menjadi tameng pelindung mereka, para perempuan hanya bisa berteriak ketakutan dan pasrah. Aku hanya terdiam melihat mereka yang kalang kabut tak karuan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka yang berlumuran darah. Suara-suara itu mulai terdengar banyak saat aku melihat ke arah gerbang asramaku. Gerbang yang selalu melindungiku dari tangan-tangan masyarakat yang kotor, sekarang dipanjati oleh orang-orang yang terjangkiti virus. Virus yang sangat langka tapi sangat dibenci oleh para manusia di muka bumi ini. Jika kau terjangkiti oleh virus ini, kau akan menyesal seumur hidup . Keluarga, saudara, bahkan orang-orang yang menyayangimu akan menangis melihatmu berlarian dengan mulut yang berlumuran darah. Jadi, aku hanya bisa menyarankan untukmu dan orang-orang yang membaca kisahku untuk lebih berhati-hati dalam keadaan apapun. Maupun itu hanya membeli permen. Karena kita tidak tahu kandungan apa yang terdapat di dalam permen itu. Entah glukosa, gula, laktat, dan apa saja yang terkandung di dalam itu. Bahkan, virus. Bisa jadi, permen lollipop yang saat ini sedang kau jilat mengandung virus yang sangat kau benci ini. Kumohon! Bacalah kisahku ini! Agar orang-orang yang kau sayangi tidak mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan... Kumohon....

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu