We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
More Than Nasty

More Than Nasty

  • WpView
    Reads 49,726
  • WpVote
    Votes 551
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Om om mesum, ralat!!! Lebih dari mesum, tapi ganteng...... Dibilang om om dia bukan om om, beda umur aku dengannya cuma 3 tahun, tapi gayanya aja yang kayak om om genit plus mesum. Aku jadi takut -Emily- Gadis manis, cantik, intinya semua kata pujian pantas untuknya Tapi satu hal yang menyebalkan dari dirinya, dan itu bibirnya. Kenapa??? Karena bibirnya yang terlalu tidak ada batasnya sampai sampai aku dibilang om om super mesum. Aku jadi penasaran -Andrew-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Life
  • I Belong To My Boss
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • Mr. Right For Now
  • EMERAL (TELAH TERBIT)
  • Pernikahan yang Dijodohkan
  • Dear Hubby
  • Wedding R (Rachel-Rio)

MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA [ 21+ ] Dia mendekat ke arahku, bagai dewa kematian yang siap menjemputku. Auranya dingin, menakutkan, dan begitu gelap. kata-kata itu sangat cocok untuk disematkan pada dirinya. Aku seperti pernah melihatnya, mata hijau kebiruan itu. Dimana tapi? Aku bahkan tidak dapat menggunakan otakku dengan benar. Tangannya menyentuh tengkukku. Hal gila yang tak pernah terjadi kepadaku. Jika aku masih waras harusnya aku menendangnya atau bahkan memukulnya saat ini juga. Bagaimana bisa orang asing menyentuhku?! Aku pernah membuat kepala artis terkenal bocor karena memukulnya dengan heels, dia seenaknya memelukku dari belakang saat aku sedang di club malam. Hal gila macam apa yang sedang aku alami? Mataku terpejam seakan menikmati sentuhannya, aku yakin aku sudah tak waras. Aku yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Tubuhku seakan menyambut ketika bibirnya tiba-tiba menempel di bibirku. Sial! Dia adalah orang yang paling menyebalkan dalam hidupku. Bagaimana bisa?! Tapi kami begitu larut, tubuh kami seakan-akan memang ditakdirkan untuk bersama. Larut dalam kenikmatan malam ini, larut dalam buaian satu sama lain. -Jane Bennett

More details
WpActionLinkContent Guidelines