Fragmen Dirgahayu

Fragmen Dirgahayu

  • WpView
    Membaca 109,111
  • WpVote
    Vote 9,267
  • WpPart
    Bab 65
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 13, 2020
Pikiran adalah satu wadah dua arah Hanya jika ia terbuka Pikiran adalah sebilah candrasa Hanya jika ia terasah Pikiran adalah kebulatan tanpa ilusi Hanya jika ia termaknai . . . Diperbaharui setiap mood saya bereaksi
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#33
filosofi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shadows of Love
  • {PERKATA} Selesai
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Ruang Rasa
  • KUMPULAN PUISI
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Our Journey To Love
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan