A D O R A

A D O R A

  • WpView
    Reads 4,416
  • WpVote
    Votes 283
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2017
Tahun 1996, orangtuaku dibunuh secara brutal di depan mataku; dan hal itu terus menerus menjadi mimpi burukku setiap kali aku menutup kedua mata. Aku tumbuh bersama dengan perasaan benci, muak, dan dendam pada dunia, maka aku membuang hati nurani dan sisi kemanusiaanku jauh-jauh. Duniaku hanyalah serpihan abu-abu. Bukan hitam, bukan juga putih. Aku tidak punya hati. Ya, awalnya aku berpikir begitu. Tapi lalu dia datang, dan menunjukkan padaku, bahwa dunia ternyata tidak segelap yang aku lihat. [ #25 in action on 28th of August 2016 ]
All Rights Reserved
#269
assassins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • I CAN READ YOUR MIND
  • Step Brother | PerthSanta.
  • RAZVAN: KING OF DARKNESS (BOOK 1)
  • Just You
  • munding (Completed)
  • Stop It..!!
  • Fake Nerd (TAMAT)
  • NODA KOTOR

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines