We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SunSun

SunSun

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah tidak, kau merasa takut pada perasaanmu sendiri ? Pernah tidak, perasaanmu seakan-akan mengendalikanmmu seperti robot bernyawa ? Pernah tidak, kau berpikir untuk memusuhi perasaanmu sendiri yang wujudnya tidaknyata ? Aku pernah merasakannya 4 tahun silam sampai sekarang. Gara-gara satu orang manusia yang tidak sempurna, dapat membuatku takut akan perasaanku sendiri. Dan harus aku akui, dia memang segala-galanya bagiku.
All Rights Reserved
#75
goodbye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • BINA
  • My Lovely, My Swear, My Neighbour
  • Always be There; Lee Byounggon
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • Breathe
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Become an Extra or Main Character [END]

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines