Penyesalan

Penyesalan

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Aug 19, 2015
Aku tidak bermaksud untuk menjualnya. Aku tidak bermaksud untuk mengkhianatinya. Yang kulakukan hanya lah bertahan hidup. Apakah aku salah? . Kamu yang rela menjualku. Kamu yang rela meninggalkanku. Dan semua itu untuk bertahan hidup? Jangan bohong. Aku tahu semua ini supaya kau bebas dari menguruskukan? Aku tahu kalau kamu membenciku. . Pertengkaran sederhana yang mengakibatkan perpecahan. Semua ini hanyalah kesalah pahaman. Apakah kedua akan baikan, atau justru melakukan yang tidak terduga? . . Special long-waited and gore+angst one-shot for my editor. Sorry that I took too much time to finish it, hehe :"D Warning: rated mature for its gore. Again, this is GORE. So please, beware.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • cerita apa ajh
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Spring Girl Beauty||HARUMI [END]
  • WindLife
  • MIMPI KECIL SANG SULUNG ft. Halilintar
  • ALEYA~~
  • Breathe
  • Family Line
  • Penghianatan seorang Sahabat [Complited]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines