Maria dan Justin

Maria dan Justin

  • WpView
    Reads 82,294
  • WpVote
    Votes 741
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2015
Karena kesibukannya mengajar,Maria Floresta yang masih berstatus single menjadi lupa akan adiknya yang kini berusia 18 tahun bernama Angel Floresta. Hari hari nya di habiskan untuk bekerja membanting tulang semenjak ayah dan ibunya meninggal. Kini Maria tinggal bersama adik semata wayangnya.Ada kah laki laki yang mau menjadi kekasihnya?? Justin Boy laki laki baik dan kadang keras kepala namun dibalik itu semua dia di gandrungi banyak perempuan di kampusnya. Semenjak bertemu Maria,Justin semakin tertarik dengan Maria.Baginya perempuan liar dan kasar merupakan tantangan tersendiri baginya. Baca ya ceritanya... warning 18+ by : _SatuApril_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • [END] Senior Aggressive
  • The Heart Wants What It Wants (H.S)
  • Rapueenla
  • MR. POSSESIVE  [COMPLETED]
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • Emmoni Love [TAMAT]
  • Rindu yang berjarak
  • Lo, Itu Punya Gue! ✓
  • milik sang penguasa kampus

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines