
" Dokter kan yang bedah saya, ya tanggung jawab dong ", celetukku bercanda. Eh, tapi.. tapi.. tapi... si Dokter kok jadi diem gitu? Serem!!! "Bercanda, Dok", tambahku waktu liat tampang horornya sembari membuat tanda peace dengan jariku. "Oke, saya akan tanggung jawab. kamu jangan nyesel ya.", jawabnya singkat diselingi kerlingan yang membuat perutku kembali kram tiba - tiba. "Kamu yang minta.", tambahnya sebelum keluar dari ruang inapku. Whattt??????!!! INI GILA!!!! aku hanya bisa memandang punggungnya yang mulai menghilang dibalik pintu tanpa bersuara, cuma satu kata yang kuberikan untuknya, SPEECHLESS.Tous Droits Réservés
1 chapitre