Bila Ku Tunggu Revolusi

Bila Ku Tunggu Revolusi

  • WpView
    LECTURAS 215
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 20, 2015
Pembawa bendera mengibarkan bendera kebebasan di atas puncak istana sambil disaksikan ribuan orang yang merasa lega kerana hari tersebut telah tiba!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SISA HUJAN LUKA [end] (revisi)
  • BINTANG PINJAMAN TERINDAH - C
  • BERCINTA DENGAN MUSUH SENDIRI (BAKAL DI TERBITKAN)
  • AKU ORANG KETIGA (TAMAT)
  • Tenangmu, Menemukan Aku | SU
  • MR. RAYDEN ALBERT'S WIFE (C)
  • Cikgu Aswad
  • Al- Fattha Dayyan : Dia أنتِ نبضي.
  • Tengku Zayn Michael : obsessive husband [revamp]

Ctass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dalam dirinya. "Jangan kau berani mendekatkan diri kau pada yang lain. Kamu dengar Halilintar?!" Soalnya dengan tajam dan dingin. Pada pandangannya, Halilintar bukanlah seperti seorang anak kecil yang harus dia kasihani tetapi dia memandang anaknya itu seperti seseorang yang sangat ia musuhi sejak lama. _________________________________________ "Kenapa Ayah pukul Hali? Hali tidak pernah pun nakal selama ni." Soalnya pada diri sendiri. Sungguh, hati kecil milik Halilintar selalu tertanya-tanya. Apa salahnya hingga dia dipukul oleh Ayahnya sendiri? Dia juga terkadang merasa dirinya dilayan teruk berbanding dengan saudaranya yang lain. Apakah ia sehina itu hingga dibenci sekali oleh Ayahnya sendiri? Sungguh dia merasa rapuh sekarang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido