We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LOVED or LOVES

LOVED or LOVES

  • WpView
    Reads 123,038
  • WpVote
    Votes 4,962
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 13, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Dia mendongak menatap ku. "Sampai kapan kamu mengamati wajahku yang tampan ini Ana.", sindirku "Lepaskan!", sahutnya cepat dengan suara tinggi. Aku langsung melepasnya. Hampir saja dia kehilangan keseimbangan dan aku menyadarinya. Dan aku meninggalkannya saja tanpa berfikir panjang. Menggemaskan sekali dia. "Cepatlah jalan Ana. Jangan jalan dibelakangku jalanlah disampingku", kataku dengan santai tanpa melihatnya dan terus berjalan.
All Rights Reserved
#27
loves
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Love Story
  • White Love
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • When Love is Breaking
  • Gadis kecilku yang telah pergi
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • CRY FOR ME
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines